10 Ciri-ciri yang Sulit Dikenali pada Gangguan Bipolar

10 Ciri-ciri yang Sulit Dikenali pada Gangguan Bipolar

10 Ciri-ciri yang Sulit Dikenali pada Gangguan Bipolar

10 Ciri-ciri yang Sulit Dikenali pada Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar dikaitkan dengan perubahan suasana hati dari titik terendah depresi hingga ke titik tertinggi bahagia. Ketika depresi, penderita bipolar akan merasa sedih atau putus asa dan kehilangan minat serta kesenangan untuk melakukan aktivitasnya. Sebaliknya, jika suasana hati sedang bagus, maka mereka akan merasa sangat bahagia dan penuh energi. Perubahan mood ini bisa terjadi beberapa kali dalam setahun atau beberapa kali dalam sehari. Pada beberapa kasus, gangguan bipolar menyebabkan gejala depresi dan manik pada waktu yang bersamaan.
Berbicara tentang gangguan mental, mungkin tanda-tandanya sulit dikenali karena perubahan mood seperti ini mudah dialami oleh orang yang kelelahan atau mengalami perubahan hormon. 10 tanda dari situs Health di bawah ini diharapkan bisa mengindikasikan bahwa perubahan mood yang Anda alami lebih dari sekadar kepribadian moody.

1. Suasana Hati Bagus
Gangguan bipolar ditandai dengan naik-turunnya depresi dan manik. Pada masa manik, penderita gangguan bipolar akan merasa sangat senang atau biasa disebut hypomania. Pada kondisi hypomania, penderita merasa sangat berenergi dan bahagia hingga keluar dari kenyataan.

2. Tidak Bisa Menyelesaikan Tugas
Penderita gangguan bipolar tidak bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik sehingga meninggalkan tugas dengan hasil setengah selesai. Ketika sedang di tahap manik, penderita bisa mengerjakan tugasnya dengan baik karena energi bahagia yang membuatnya sangat produktif. Tapi ada banyak hal pula yang mengganggu mereka untuk menyelesaikan tugasnya, yakni ketika suasana hati mereka sedang turun.

3. Depresi
Secara fisik tidak ada perbedaan signifikan antara depresi penderita bipolar dan depresi biasa yang umum dialami kebanyakan orang. Pada dasarnya tanda-tandanya sama, yaitu bermasalah dengan energi, nafsu makan, tidur, dan konsentrasi. Perbedaannya hanyalah pengobatan anti-depresi. Anti-depresi tidak bekerja pada penderita bipolar, yang ada hanyalah membuat mereka menjadi berubah ke siklus mania.

4. Mudah Marah
Penderita bipolar kadang mengalami “mixed mania” dimana gejala mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada kondisi seperti ini, mereka menjadi sangat mudah marah. Sama seperti halnya pada kebanyakan orang, mudah marah dan tersinggung biasa dialami ketika hari mereka sedang buruk dan tidak beruntung. Itulah sebabnya pada penderita bipolar kadang sulit untuk dikenali tandanya. Namun bisa dilihat cara mereka marah berlebihan dan parah.

5. Berbicara Cepat
Perbedaan gangguan bipolar dengan orang yang cerewet adalah ucapan penderita bipolar seperti tertekan. Biasanya terjadi pada pembicaraan satu arah dimana mereka berbicara dengan cepat dan orang lain hanya mendengarkan. Mereka juga membicarakan hal dengan topik berbeda secara berlompat. Perubahan topik yang dibicarakan selalu cepat dan tidak menentu. Ini terjadi ketika mereka sedang dalam siklus manik.

6. Bermasalah dalam Bekerja
Karena perubahan siklus yang tidak menentu dari manik ke depresi dan depresi ke manik, penderita gangguan bipolar mengalami kesulitan untuk mengerjakan tugasnya dengan baik. Selain itu, masalah yang biasa ada dalam bipolar ini, yakni sulit tidur, mudah marah, dan ego yang meninggi saat mania, dan depresi juga memberi halangan bagi mereka untuk bekerja.

7. Penyalahgunaan Obat dan Alkohol
Sekitar 50% orang dengan gangguan bipolar mempunyai masalah penyalahgunaan zat, dalam hal ini adalah alkohol, itulah yang disebutkan oleh Dr. Carrie Bearden, PhD, profesor psikiatri dan ilmu perilaku dan psikologi di David Geffen School of Medical di UCLA. Mereka minum alkohol untuk mengurangi perasaan terlalu bahagia ketika fase mania. Sedangkan ketika fase depresi, alkohol dapat meningkatkan suasana hati.

8. Bersikap Aneh
Ketika pada fase manik, perasaan diri penderita bipolar akan meletup-letup. Dua hal yang bisa dilihat adalah melepaskan rasa senang mereka dan mempunyai perilaku seksual yang tidak biasa. Apapun yang mereka lakukan, itulah yang menurut mereka baik. Perilaku yang mereka tunjukkan cenderung tidak konsisten jika dibanding dengan hal yang biasa mereka lakukan

9. Masalah Tidur
Masalah tidur adalah masalah yang mudah dijumpai pada gangguan bipolar. Pada fase depresi, mereka tidur terlalu banyak dan mudah lelah. Sementara pada fase manik, mereka kurang tidur tapi tidak cepat merasa lelah.

10. Banyak Pikiran
Ini salah satu tanda yang sulit dikenali karena tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Penderita bipolar punya banyak pikiran, seolah pikiran-pikiran itu enggan berhenti berputar di otak. Padahal mereka sendiri juga tidak bisa mengendalikan pikiran agresif mereka sendiri. Biasanya mereka tidak menyadari bahwa banyaknya pikiran berada di luar kendalinya.

Translate »